Senin, 10 Juni 2013

HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK KONSEP DASAR IPS



1.     Hakikat Konsep Dasar IPS
Pada kenyataannya, perkembangan hidup seseorang mulai dari saat ia lahir sampai menjadi dewasa tidak dapat terlepas dari masyarakat. Kehidupan sosial manusia di masyarakat meliputi aspek-aspek hubungan sosial, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, geografi dan politik. Karena setiap aspek kehidupan sosial itu mencakup lingkup yang luas, maka cara mempelajari dan mengkajinya harus menggunakan bidang-bidang ilmu yang khusus. Melalui ilmu-ilmu sosial itu pula dikembangkan bidang-bidang ilmu tertentu sesuai dengan aspek kehidupan sosial masing-masing.
Dalam bidang pengetahuan sosial ada 3 istilah yang sudah biasa kita dengar, yaitu :
1.      Ilmu sosial (Social Sciences)
Pendekatan yang digunakan dalam Ilmu Sosial bersifat interdisipliner yaitu hanya ditinjau dari satu rumpun pelajaran saja. Contohnya disiplin ilmu Antropologi.
2.      Studi Sosial (Social Studies)
Studi Sosial bukanlah suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, tetapi merupakan suatu bidang yang mengkaji tentang gejala dan masalah sosial yang terjadi pada masyarakat. Karena bukan merupakan bidang keilmuan kerangka kerja Studi Sosial ini tidak menekankan pada bidang teoritis, namun lebih kepada bidang-bidang praktis. Pendekatan yang digunakan dalam Studi Sosial bersifat Interdisipliner atau bersifat multidisipliner dengan menggunakan berbagai bidang keilmuan. Studi Sosial sifatnya lebih mendasar karena dapat disajikan  kepada tingkat yang lebih rendah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai ke tingkat pendidian yang lebih tinggi.
3.      Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
IPS lebih menekankan kepada pendekatan multidisipliner atau interdisipliner dari bidang ilmunya masing-masing. Yaitu pendekatan yang komprehensif dari berbagai rumpun pelajaran. Seperti ilmu hukum, ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu sosial lain seperti Geogafi, Sejarah, Antropologi, dan lainnya. Topik-topik dalam IPS dapat dimanipulasi menjadi suatu isu, pertanyaan atau permasalahan yang bersudut pandang interdisiplin.  Misalnya, di dalam Geografi tentang perusakan lingkungan, dampak dari perusakan lingkungan ini dapat dikaji secara Ekonomi, Sosial kemasyarakatan, Politik, Hukum dan lainnya.
Dalam  hal ini kita dapat melihat keseluruhan IPS sebagai sarana pendidikan yang memaparkan manusia di dalam segi tiga waktu-ruang-hidup. Sebagaimana studi Sejarah yang membicarakan  “Man in Time”, Geografi membicarakan “Man in Space” dan gabungan dari Sosiologi, Antropologi, Ekonomi, dan Tata Negara yang membicarakan “Man in Life”. Apabila digambarkan hubungan ketiganya adalah transmisi budaya, adaptasi ekologis, dan perjuangan hidup.
Selain ke-3 istilah diatas, ada istilah lain yang kadang-kadang digunakan dalam menyebut bidang studi IPS yaitu : Social Education dan Social Learning. Kedua istilah ini menurut Cheppy lebih menitikberatkan kepada berbagai pengalaman di sekolah yang dipandang dapat membantu anak didik mampu bersosialisasi di masyarakat.
Terdapat perbedaan antara Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai bidang studi dengan disiplin ilmu-ilmu sosial (Social Sciences) antara lain :
1.      IPS bukan sebagai disiplin ilmu seperti Ilmu-ilmu sosial (IIS), tetapi IPS lebih tepat sebagai suatu bidang kajian. Yaitu kajian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.
2.      Pendekatan yang dilakukan IPS adalah pendekatan multidisipliner atau interdisipliner, sedangkan IIS menggunakan pendekatan disiplin ilmu atau monodisiplin.
3.      IPS sengaja dirancang untuk kepentingan pendidikan, karena itu keberadaannya lebih memfokuskan pada dunia persekolahan. Sedangkan IIS keberadaannya bisa di dunia persekolahan, perguruan tinggi, bahkan juga  dipelajari di masyarakat umum.
4.      IPS disamping menggunakan IIS sebagai bahan pengembangan materi pembelajaran dilengkapi dengan mempertimbangkan aspek psikologis-pedagogis. Selain itu IPS juga sangat memperhatikan dan mempertimbangkan kemanfaatan, urutan, dan ruang lingkup bahan bagi setiap peserta didik dalam hidup dan untuk mempersiapkan kehidupannya kelak. Tidak seperti halnya IIS yang tidak mempermasalahkan pertimbangan-pertimbangan tersebut.
Pembelajaran IPS disekolah bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan, keterampilan, sikaf dan nilai yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau sosial serta mampu mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan sehingga ia sadar akan tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

2.     Karakteristik Konsep Dasar IPS
Tujuan utama setiap pembelajaran Ilmu Sosial adalah membentuk warga negara yang baik (god citizenship), demikian pula IPS memiliki tujuan yang sama, namun dalam proses penyajiannya IPS memiliki karakteristik tersendiri, dalam arti tidak sama dengan karakteristik Ilmu-ilmu sosial.walaupun demikian keberadaan ilmu-ilmu sosial tidak dapat dipisahkan dari IPS karena konsep-konsep Ilmu Sosial merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran IPS.
Ruang lingkup IPS tidak lain adalah kehidupan sosial manusia di masyarakat. Masyarakat inilah yang menjadi sumber utama IPS. Aspek kehidupan sosial apapun yang kita pelajari, apakah itu hubungan sosial, ekonomi, budaya, kejiwaan, sejarah, geografi, atau politik bersumber dari masyarakat. Oleh karena itu, tugas seorang pembelajar adalah membelajarkan peserta didik dalam rangka meningkatkan kompetensi yang telah para peserta didik miliki, hal ini mengandung arti bahwa peserta didik telah memiliki pengetahuan masing-masing sesuai dengan pengalaman dan penghayatannya selama mereka tinggal di masyarakat. Dalam upaya memanusiakan manusia (peserta didik) proses pembelajaran pendidikan IPS dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat usia peserta didik masing-masing.

Ada 3 aspek yang dikaji dalam proses pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yaitu :
1.      Memberikan berbagai pengertian yang mendasar ( Kognitif )
2.      Melatih berbagai keterampilan ( Psikomotor )
3.      Mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan ( Apektif )

Karakteristik IPS diantaranya :
1.         Integrated ( terpadu )
2.         Interdisipliner ( dapat dikaji dari satu bidang ilmu pengetahuan )
3.      Multidisipliner ( dapat dikaji dari berbagai bidang keilmuan / rumpun pelajaran )
4.Psiko pedagogis ( kajian IPS harus mempertimbangkan kemampuan berfikir siswa dengan memperhatikan psikologi perkembangan mereka )
5.      Cross disipliner ( menyilangkan satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain yang relevan )
6.      Social learning ( dalam IPS harus ada aspek ilmu yang bisa dipelajari )
7.      Social education ( dalam IPS harus ada ilmu yang bisa diambil )
8.      Synthetic discipline
9.      Scientific boundary line
10.    Kajian sistematik

0 komentar:

Posting Komentar